Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Wednesday, August 21, 2019

Spiritual development zaman now Part 1

#spiritualindonesia,#spiritualdevelopment,#worldessense,#kekayaannusantara,#intisarispiritual

Zaman telah berkembang sedemikian rupa,manusia beradaptasi hingga pencapaian nya saat ini,dari berbagai tekhnologi dan ilmu pengetahuan (IQ) berkembang dengan pesat nya,namun bagaimana dengan perkembangan spiritual nya,perkembangan EQ,ESQ .

Sunday, October 6, 2013

Makna Filosofis Dalam “Iket” Sunda



Makna Filosofis Dalam “Iket” Sunda
archive69|Minggu, 24 Maret 2013|15 komentar
7
facebook
twitter
google+

TIRTA GUNTARA
Generasi muda saat ini banyak yang gandrung dengan pemakaian “iket“. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam membentuk “iket”, tetapi tetap memiliki acuan terhadap satu garis penciptaan karya “buhun” (kuno)







"…saceundeung kaen" (Bujangga Manik, isi naskah baris 36)

PENGGALAN kalimat tertulis di atas terdapat dalam naskah kuno Bujangga Manik yang menceritakan perjalanan Prabu Jaya Pakuan, seorang Raja Pakuan Pajajaran yang memilih hidupnya sebagai resi. Naskah diperkirakan ditulis sekitar abad ke-14. Isi naskah terdiri atas 29 lembar daun nipah yang masing-masing berisi 56 baris kalimat, terdiri atas 8 suku kata.

Kalimat “…saceundeung kaen” mengandung arti selembar kain yang sering digunakan sebagai penutup kepala. Di tatar Sunda disebut totopong, iket, ataupun udeng. Pemakaian iket berkaitan dengan kegiatan sehari-hari ataupun ketika ada perhelaan resmi seperti upacara adat dan musyawarah adat. Untuk beberapa waktu, umumnya kain penutup kepala hanya disebut totopong, iket, atau udengtotopong, iket, atau udeng. Tidak ada bukti tertulis mengenai sumber sejarah tentang penamaan iket atau yang sekarang disebut rupa iket. Akan tetapi, dalam perkembangan zaman, penamaan untuk rupa iket menjadi bagian dari kebudayaan yang mengandung nilai dan makna tersendiri.

Friday, October 4, 2013

Sang Saka Mustika Cahaya Pusaka


Sang Saka Mustika Cahaya Pusaka Manunggal Lima

Milampah darma ngawurkeun rahayu kinasihan, dina lampah kasajatian nu ngagusti, nganyawa
sareng musaka ka sakumna papada kaula anak bangsa tur papada kaula jalma pangeusi alam buana
Kasajatian Deugdeug Jaya weuteuh ( Deugdeug Jaya Batuwangi Galuh Pakuwon Silihwangi Pajajaran )
Pikeun nangtungkeun amparan tangtungan jatidiri sareng ngamparkeun amparan wangunan
kasajatianana, sangkan ngadeg para calon satria nagri / satria buana sareng satria cahaya dina
adegan nu sajati wangunan nu jaya.
Kasajatian Batuwangi
Pikeun nangtungkeun tangtungan jatidiri nu geus pada runtuh ngabangké kahuripan, dina
tangtungan batu satangtung kasajatian wawangi sajati wangi arum ( Satria wangi ),
sangkan tepung jeung kasajatian cager, bageur, bener, pinter jeung singer.
Kasajatian Silihwangi
Pikeun ngadegkeun wangunan kasajatian asah, asih sareng asuh jeung papada kaula diri,
papada kaula hamba, papada kaula kaum, papada kaula jalma umat manusa, papada kaula makhluk
alam jagat raya, pikeun nutuh jaman sato ngarompag jaman édan muru arédan, nu geus ngamparkeun
bangké kahirupan nyebarkeun babau kahuripan.

Wednesday, May 8, 2013

FUNGSI WIRID DAN HIZIB DALAM SASTRA LISAN PESANTREN bag1


FUNGSI WIRID DAN HIZIB DALAM SASTRA LISAN PESANTREN
(Studi Kasus Wirid Asma’ul Husna dan Hizb Lathif
di Brangsong Kendal)

Muhammad Abdullah



      1. Latar Belakang
        Dalam khazanah tradisi pesantren dikenal apa yang disebut sebagai sastra pesantren. Yakni sastra yang lahir dan berkembang di dalam komunitas pesantren. Ciri-ciri sastra pesantren tersebut adalah (1) lahir dan berkembang setelah sekitar abad ke-19, (2) bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa, bahasa Arab, kadang bercampur bahasa Arab dan Jawa ; (3) tulisan yang dipakai adalah tulisan Arab-Jawa (pegon) dan tulisan Arab; (4) lahir dan berkembang di kawasan pondok pesantren; dan (5) isinya berkisar masalah tauhid, fiqih, ilmu kalam, dan doa-doa (Basuki, 1988; Abdullah 1996; Thohir, 1997). 
           Dalam perkembangannya, sastra pesantren terbagi ke dalam tradisi tulis dan tradisi lisan. Di antara tradisi lisan pesantren itu meliputi naskah-naskah tentang (1) puji-pujian, (2) hagiografi orang-orang suci, (3) Al-Barzanji, (4) wirid, (5) hizb, dan (6) wifiq. Puji-pujian biasanya dibuat berdasarkan sumber tertentu, misalnya Al-Quran, Al-Burdah, atau Syaraful Anam. Hagiografi orang suci adalah cerita orang-orang suci dalam sejarah Islam atau orang-orang suci dari kalangan Sufi, misalnya cerita Sufi Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, yang terkenal dengan sebutan Manakib Syeikh Abdul Qadir Jailani, cerita tentang Syeikh Abu Hasan Asy-Syazali, atau Quaysy Al-Qarni. Dalam tradisi Jawa dikenal teks Wawacan Seh. Barzanji adalah teks tertulis yang biasa dilisankan bersama dalam bulan Rabiaul Awwal, untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa macam teks Al-Barzanji dalam sastra pesantren. Di antaranya adalah Kitab Ad-Daiba’i, Syaraful Anam dan Barzanji Nashar.
Salah satu bentuk sastra pesantren yang banyak dikembangkan dalam tradisi persantren adalah tradisi lisannya yang masih banyak dipraktekkan oleh para santri. Pada kenyataannya memang karya sastra lisan lebih besar daripada sastra tulis, terutama pada masyarakat tradisional seperti pesantren (lihat Hutomo, 1991: 3).
           Meskipun dalam banyak kasus, sastra lisan sudah banyak diteliti di antara karya sastra daerah lainnya (lihat Rusyana, 1996 :1), namun tampaknya hal itu tidak berlaku bagi sastra lisan pesantren. Genre sastra lisan pesantren selama ini justru belum banyak diteliti orang. Di antara karya sastra lisan yang jarang diteliti itu adalah tradisi lisan berupa pembacaan Wirid dan Hizib.

Thursday, January 10, 2013

Kesenian Wayang Golek


Kesenian Wayang Golek: Disini saya akan membahas tentang wayang golek. Baik dari Cara Pembuatan Wayang Golek (Proses Pembuatan Wayang Golek), cerita wayang golek, asal usul wayang golek, ...


Budaya wayang golek memang selayaknya kita lestarikan dan kita jaga agar tidak ada satu lagi kesenian asal Indonesia yang dicuri atau diakui oleh bangsa lain. Wayang Golek berasal dari Jawa Barat.

Info seputar Nusantara

Wednesday, June 20, 2012

Seni SiSINGAan (Gotong SINGA)


SUNGGUH kAYA BUDAYA NUSANTARA ,mari kita Cintai Budaya negeri sendiri,salah satunya  Kesenian gotong singa yang oleh masyarakat setempat disebut “sisingaan” adalah kesenian khas  masyarakat  Kabupaten Subang. Pengertian gotong singa pasti sudah langsung dimengerti yaitu mengandung arti kata kerja gotong (usung) dengan benda yang digotongnya berupa binatang singa. Adapun sisingaan adalah suatu kata yang mengandung arti menyerupai binatang singa (patung) yang diusung oleh para pemain dengan melakukan gerakan2 yang atraktif. Nama sisingaan sekarang sudah banyak sebutannya seperti Singa ungkleuk, Ondong-ondong dan Singa depok . Walaupun tidak diketahui pasti tetapi banyak para tokoh yang meyakini bahwa asal-usul permainan sisingaan ini bermula dari daerah Ciherang sekitar 5 km dari Kota Subang.

Menurut Bupati, jika melihat referensi sejarah seni Sisingaan adalah simbol perlawanan rakyat kepada penjajah yang menguasai wilayah Indonesia khususnya di Subang. “Ini adalah suatu bentuk kehalusan sifat seniman yang menuangkan bentuk perlawanan dalam bentuk seni yang indah namun sarat makna. Sehingga seni ini menjadi bentuk motivasi perlawanan para pejuang dalam membebaskan negeri dari penjajahan,” ….

Tuesday, June 19, 2012

SENI DEBUS




Jika ingat debus pasti identik pada daerah Banten…..
Kata debus sebenarnya adalah nama sebuah alat yang terbuat dari besi sepanjang 40cm dengan ujung yang runcing. Pada pangkalnya diberi alas (dudukan) terbuat dari kayu yang diperkuat dengan lilitan plat baja. Dalam permainan besi itu ditusukkan kebagian-bagian tubuh, bahkan dipalu pada bagian pangkalnya, agar bisa menembus kulit bagian tubuh yang ditusuk. Anehnya, walaupun tubuhnya tertembus alat itu pemain tidak merasa sakit dan tidak mengalami cedera. Jadi debus merupakan perubahan kata arti kata tembus.

Permainan debus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Serang, tersebar di empat kecamatan yaitu Kecamatan Walantaka, Cikande, Ciruas dan Cikeusal. Pada abad ke-17 Masehi ketika Kesultanan Banten dipimpin Sultan Ageng Tirtayasa, debus digunakan sebagai metode latihan bagi para prajurit untuk membela negara dalam peperangan. Karena permainan ini sudah begitu lama berlangsung sehingga akan sulit jika ditanyakan siapa yang mula-mula menciptakan permainan debus ini.

Permainan debus berlangsung dalam beberapa bagian yaitu :

Macam-Macam Budaya dan Seni Masyarakat Sunda Jawa Barat


Macam-Macam Budaya dan Seni Masyarakat Sunda Jawa Barat

Rasanya tak pernah habis jika membicarakan Budaya2 di nusantara tercinta ini…salah satunya Kebudayaan Sunda ,Macam-Macam Budaya Masyarakat Sunda Jawa Barat - Selamat datang di blog personal tentang Informasi Indonesia Topik yang Anda baca adalah Kebudayaan Sunda Macam-Macam Budaya Masyarakat Sunda Jawa Barat, untuk mencari topik lain yang masih berkaitan dengan info Kebudayaan Sunda Macam-Macam Budaya Masyarakat Sunda Jawa Barat, Anda bisa mencarinya di daftar kategori jawa barat , terimakasih atas kunjungan Anda di blog Kumpulan Topik Artikel Berita Indonesia

Kebudayaan Sunda Macam-Macam Budaya Masyarakat Sunda Jawa Barat - Budaya Sunda merupakan salah satu kebudayaan dari Indonesia yang sudah tua. Ada beraneka ragam dan macam macam kebudayaan sunda yang sangat unik dan menarik untuk di pelajari. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakan sunda, jawa barat  umumnya dikenal sangat menjujung tinggi nilai sopan santun. Karakter secara umum masyarakat sunda adalah ramah tamah (someah), pada murah senyum, dan sangat menghormati orangtua. Berikut ini merupakan macam-macam budaya yang berasal dari sunda, jawa barat.

Baca juga info Kebudayaan Jawa Barat,  Macam Macam Budaya Lokal Di Indonesia , Kebudayaan Unik Menarik Khas Di Indonesia , Tempat Obyek Wisata Di Jawa Barat , Tempat Makan Enak Di Bandung Tempat Wisata Kuliner Murah Di Kota Bandung Jawa Barat , Wisata Yang Ada Di Bandung Tempat Liburan Di Bandung Dan Sekitarnya , Tempat Makan Enak Di Bogor Daftar Restoran Enak Murah Nyaman Di Bogor ,    

Monday, June 4, 2012

ANYAMAN TRADISIONAL RAJAPOLAH-1




2.1 Sejarah Anyaman
Berbicara mengenai sejarah anyaman di Indonesia, merupakan
masalah yang masih diperdebatkan sampai sekarang. Ada 2 teori
mengenai awal mula masuknya keahlian menganyam di Nusantara. Teori
pertama adalah menganyam merupakan keahlian asli dari orang melayu
termasuk Indonesia, teori ini diperkuat dengan ditemukannya tempat
tinggal dan tembikar yang terbuat dari anyaman. Hal ini tidak dimiliki di
daerah lainnya, ada beberapa fakta mengenai.

Saturday, June 2, 2012

NASKAH KUNO - BABAD SURYANINGRAT


Naskah Kuno Suryaningrat

Nama pemegang naskah : Duki bin Saleh. Tempat naskah : Desa Cigagade Kec. Balubur Limbangan. Asal naskah : salinan. Ukuran naskah : 17 x 22 cm . Ruang tulisan : 14 x 18 cm. Keadaan naskah : baik. Tebal naskah : 269 Halaman. Jumlah baris per halaman : 13 baris. Jumlah baris halaman awal dan akhir : 12 dan 10 baris. Huruf : Arab/Pegon. Ukuran huruf : sedang. Warna tinta : hitam. Bekas pena : agak tajam. Pemakaian tanda baca : ada. Kejelasan tulisan : jelas. Bahan naskah : kertas bergaris. Cap kertas : tidak ada. Warna kertas : putih kekuning-kuningan. Keadaan kertas : tipis halus. Cara penulisan : timbal balik . Bentuk karangan : puisi.

Babad Suryakanta


Babad Suryakanta

Naskah kuno suryakanta. Adalah sebuah kerajaan Tanjung Karoban Bagendir
yang jauhnya dari kerajaan Banurungsit tujuh bulan perjalanan. Raja Tanjung Karoban Bagendir bernama Dengali dengan patihnya Dungala yang kedua-duanya siluman. Raja Dengali mempunyai istri dua orang, Kala Andayang dan Kala Jahar. Pada suatu hari Raja Dengali didatangi oleh Emban Turga, Emban melaporkan bahwa kerajaan Nusantara baru saja dikalahkan oleh Raden Suryaningrat dari kerajaan Erum. Emban Turka terpikat oleh ketampanan dan kegagahan Raden Suryaningrat. Tatkala ia menyatakan cintanya ,serta merta ditolak oleh Raden Suryaningrat, bahkan Emban Turga diusir.

Sunday, April 29, 2012

PENDIRI MAJAPAHIT


BIOGRAFI BANGSAWAN DARI TATAR SUNDA PENDIRI MAJAPAHIT 'SRI MAHARAJA KRTARAJASA JAYAWARDHANA' (RADEN WIJAYA)

ŚRI MAHARAJA KRTARAJASA JAYAWARDHANA (1293 - 1309)  Raden  Wijaya adalah Pendiri sekaligus Raja Majapahit yang pertama. Raden  Wijaya dinobatkan pada bulan Kartika tahun 1215 saka, yaitu 12 Nopember  1293 dengan gelar Śri Kĕrtarājasa Jayawardhana. Ia juga dikenal dengan  nama lain, yaitu Nararyya Sanggramawijaya menurut Kidung Harsa Wijaya. Raden  Wijaya adalah anak Rakeyan Jayadarma, raja ke-26 dari Kerajaan  Sunda Galuh , dan Dyah Lembu Tal, seorang putri Singhasari. Dengan  demikian, Raden Wijaya merupakan keturunan langsung dari Wangsa Rajasa,  yaitu dinasti pendiri Kerajaan Singhasari. Ken Arok, Raja pertama  Singhasari (1222-1227) memiliki anak Mahesa Wong Ateleng dari Ken Dedes.  Mahesa Wong Ateleng memiliki anak Mahesa Cempaka bergelar  Narasinghamurti. Menurut Nagarakretagama, Mahesa Cempaka memiliki anak  Dyah lembu Tal yang diberi gelar Dyah Singhamurti dan kemudian  menurunkan Raden Wijaya. Ibukota kerajaan Majapahit meliputi  Kecamatan Sooko, Trowulan dan Jatirejo di Kabupaten Mojokerto dan  kecamatan Mojoagung, Mojowarno serta Sumobito di Kabupaten Jombang.  Kawasan ini berada pada luas 10 X 10 kilometer persegi.

Wednesday, April 25, 2012

Sejarah Islam Nusantara / Risalah Islam Indonesia (Bag 1)


Sejarah Islam Nusantara
Risalah Islam Indonesia (Bag 1)

Muslim Indonesia punya sejarah luar biasa. Sahabat  Rasulullah, pernah pula langsung berdakwah di Nusantara.
Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusurikedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang?Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya? Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjana-sarjanaBarat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada tiga teori yangmenjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara. 
Teori pertamadiusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dariwilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara.Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam

Saturday, April 21, 2012

Melacak Jejak Leluhur Nusantara 2



Oleh : Rahwana Dasamuka

Melacak jejak Leluhur Nusantara

Jika mencermati Evolutionary tree of Human Y-chromosome DNA (Y-DNA) haplogroups, diperkirakan Keluarga Nuh berasal dari Haplogroup IJK, yang merupakan pangkal percabangan keturunan Sem bin Nuh (Haplogroup IJ) dan Yafet bin Nuh (Haplogroup K). Dengan demikian keturunan Nabi Adam yang selamat dari Banjir Nuh, berasal dari 8 komunitas, yakni Haplogroup A, B, C, D, E, G, H dan IJK.

Setelah terjadinya Bencana Nuh, pada sekitar 13.000 tahun yang silam (Sumber : Patung Sphinx, Bukti Arkeologis Bencana Nuh 13.000 tahun yang silam), setidaknya muncul 3 kelompok pengikut Nabi Nuh, yaitu :

- Kelompok Timur, dipimpin Yafet bin Nuh, diperkirakan mendiami Sundaland (Paparan Sunda). Mereka kebanyakan berasal dari Haplogroup IJK, dan dari kelompok ini muncul ras baru, yang di-identifikasikan sebagai Haplogroup K, kemudian berkembang menjadi Haplogroup L, M, NO, P, S dan T.

Wednesday, April 11, 2012

Strategi Perang Raja-raja Nusantara pada Abad Ke-8--15 Masehi


Oleh: Titi Surti Nastiti
Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional

1. Pendahuluan

Dari data prasasti masa Jawa Kuna diperoleh gambaran bahwa sejak berdirinya kerajaan Matarām Kuna, tahun 717 M. sampai dengan runtuhnya kerajaan Majapahit pada awal abad ke-16 Masehi, sering terjadi peperangan, baik peperangan yang terjadi antar kerajaan, peperangan antara kerajaan pusat dengan kerajaan vasal, maupun peperangan di dalam kerajaan itu sendiri. Adapun motivasi terjadinya peperangan dapat saja karena perebutan takhta, perluasan wilayah (ekspansi), maupun karena balas dendam.

Menurut pengertian populer, perang ialah suatu konflik antara beberapa kelompok politik yang terlibat dalam suatu permusuhan yang lama dan dalam skala besar, sedangkan menurut Carl von Clausewitz (1780-1831) perang ialah perkembangan social dan tindakan politik. Perang bukan hanya tindakan politik melainkan juga sebuah alat politik yang konkrit, suatu kelanjutan kebijaksanaan yang dilanjutkan ke yang lain (Lapian t.t.:1, 20). Dilihat dari beberapa teori tentang perang, dalam dua aliran pemikiran, yaitu teori yang menghubungkan perang dengan faktor biologis dan psikologis tertentu yang melekat pada manusia, dan teori yang menghubungkan perang dengan hubungan sosial dan pranata sosial tertentu.

Tuesday, March 6, 2012

Prasasti Bertuliskan Huruf Sunda Kuno Ditemukan di Bandung




Prasasti Bertuliskan Huruf Sunda Kuno Ditemukan di Bandung

Selain dua baris kalimat dengan huruf Sunda kuno, pada prasasti itu juga terdapat gambar telapak tangan, telapak kaki, dan wajah.

Foto: R.Teja Wulan

Saturday, January 28, 2012

Mataram-Brawijaya-Joko Tingkir-Tuban


Tuban –Joko tingkir-Brawijaya

Pada waktu Prabu Brawijaya ke VII atau Ongkowijoyo VII bertahta selaku raja di Majapahit, (raja-raja yang dahulu juga dinamakan Brawijaya), Tuban jadi andalan Majapahit. Prabu Brawijaya kawin dengan Dwarmawati Putri Prabu Campa, suatu kerajaan di Kamboja. Pada waktu Brawijaya memerintah di Majapahit. Tuban merupakan bawahan dari padanya, di daerah Tuban berkuasa berturut-turut para Bupati, Aryo Randu Kuning, Aryo Bangah, Aryo Dandang Miring, Aryo Dandang Wacono, Aryo Ronggolawe, Aryo Sirolawe, Aryo Wenang, Aryo Leno, dan Aryo Dikoro, yang menurut sejarah memerintah sejak tahun 1200 hingga datangnya agama Islam ditanah Jawa pada permulaan abad ke XV.
Pada waktu Brawijaya (Wikramawardhana) memerintah, datanglah para penyiar agama Islam ditanah Jawa. Mereka adalah :

Wednesday, January 25, 2012

Toponimi Cimahi


Toponimi Cimahi

Penamaan tempat di suatu daerah atau negara dapat dilihat dari berbagai segi, antara lain, dari cerita rakyat (legenda), segi historis, dan segi linguistik. Legenda merupakan cerita rakyat yang menceritakan tokoh terkenal pada masanya atau terjadinya alam, manusia, hewan, dan tumbuhan. Legenda tempat banyak dijumpai di berbagai suku bangsa di Indonesia. Di samping dilihat dari segi legenda, toponimi atau sistem penamaan daerah di Jawa Barat, dapat pula dilihat dari berbagai versi dan cara, antara lain, dari segi linguistik dan historis.

Nama ―Cimahi , merupakan kata majemuk yang berasal dari dua kata, yakni ci kependekan dari cai ‗air‘ dan mahi ‗cukup. Secara harfiah kata cimahi berarti ‗air yang cukup‘. Hal ini sejalan dengan kebiasaan orang Sunda yang dalam memberi nama tempat disesuaikan dengan keadaan lingkungan alamnya, terutama lingkungan alam Tatar Sunda yang sangat kaya dengan airnya.

Di persimpangan waktu Lirik-Lulyart

  [INTRO HOOK | Cold Open | 0:00] [Instrument: Warm Piano • Deep Cello • Soft Kick • Ambient Pad • Fingerstyle Guitar • Female Ethereal Voca...