Di persimpangan waktu Lirik-Lulyart

 


[INTRO HOOK | Cold Open | 0:00]

[Instrument: Warm Piano • Deep Cello • Soft Kick • Ambient Pad • Fingerstyle Guitar • Female Ethereal Vocal • Children's Choir • Reverse Cymbal • Wide Reverb]

[Lead Vocal]

Di persimpangan waktu...

 Bukan namaku yang tinggal...

 Melainkan kasih...

 Yang kutitipkan...

 Di hati dunia...

[Background Choir]

"Ooooh..."

 "Aaaah..."

 "Di persimpangan waktu..."


[VERSE 1]

[Instrument: Piano • Fingerstyle Guitar • Bass • Cello • Soft Percussion • Pad]

Setiap langkah yang pernah kuberi...

 Setiap luka yang berhasil kusembuhkan...

 Kasih Akan hidup lebih lama...

 Daripada tubuh yang kupinjam...


[PRE CHORUS]

[Instrument: Strings • French Horn • Snare Roll • Female Harmony]

Rumah akan menjadi debu...

 Harta akan kehilangan tuannya...

 Namun kebaikan tak mengenal kematian...

 Ia terus berjalan...

 Dari hati ke hati...


[CHORUS]

[Instrument: Full Drums • Orchestra • Choir • Strings • Brass • Ambient Guitar]

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Aku tak ingin dikenang...

 Karena megahnya namaku...

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Biarlah kasihku hidup...

 Dalam jiwa...

 Yang pernah kusentuh...

[Choir]

"Ooooo..."

 "Selamanya..."

Di persimpangan waktu...


[INSTRUMENTAL THEME]

[Instrument: Violin Melody • Piano • Choir Pad • Electric Guitar Delay • Timpani • Female Humming]

[(Tanpa lirik, melodi mengambil tema chorus.)]


[VERSE 2]

[Instrument: Rhodes Piano • Acoustic Guitar • Shaker • Bass • Cello]

Ada manusia yang hilang dari dunia...

 Namun tak pernah hilang dari kenangan...

 Karena ia meninggalkan cahaya...

 Di setiap hati yang disentuhnya...

Nama hanyalah pintu...

 Nilai adalah rumah...

 Dan cinta yang tulus...

 Tak pernah mengenal akhir...


[PRE CHORUS 2]

[Instrument: Strings • Tom Drum • Choir • Horn]

Kita bukan huruf di batu nisan...

 Bukan gema tepuk tangan manusia...

 Kita adalah makna...

 Yang terus tumbuh...

 Walau raga telah tiada...


[GRAND CHORUS]

[Instrument: metalcore progressive-fusion, Pentatonis-Gamelan Pelog, Suling, Reflektif  fusion Orchestra • Taiko • Cathedral Choir • Brass • Strings • Full Drum Kit • Children's Choir • Female High Harmony]

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Saat semua nama terlupakan...

 Semoga kasih tetap berbicara...

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Saat tubuh kembali menjadi tanah...

 Biarkan nilai tetap hidup...

 Menjadi cahaya...

 Bagi mereka...

 Yang masih melangkah...


[BRIDGE]

[Instrument: Pentatonis-Gamelan Pelog, Suling, Reflektif fusion- Piano • Ambient Pad • Female Solo • Children's Choir • Soft Strings]

Semesta tak bertanya...

 Siapa namamu...

Semesta hanya bertanya...

 Berapa banyak cinta...

 Yang kau tinggalkan...

[Children Choir]

"Kami mengingat kasihmu..."

[Female Whisper]

"Bukan namamu..."

Choir

"Nilaimu..."


[FINAL CHORUS | MODULASI +1]

[Instrument: Full Orchestra • Grand Piano • Taiko • Brass • Cathedral Choir • Children's Choir • Strings • Cymbal Swell]

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Aku hanyalah musafir...

 Yang menitipkan cinta...

 Pada setiap perjumpaan...

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Jika kelak namaku lenyap...

 Jangan biarkan nilaiku ikut hilang...

Karena manusia...

 Tak hidup selama napasnya...

Tetapi selama...

 Kebaikannya...

 Masih hidup...

 Di dalam sesama...


[OUTRO]

[Instrument:  Pentatonis-Gamelan Pelog, Suling, Reflektif fusion-Solo Piano • Violin • Cello • Female Humming • Children's Choir • Wind Ambience]

[Choir (Fade Out)]

"Ooooo..."

 "Aaaaah..."

[Female Whisper]

"Kita bukan sekadar nama..."

"Kita adalah nilai..."

[(Piano memainkan satu nada terakhir, lalu menghilang bersama suara angin.)]


#lulyart #lulyartlirik #dipersimpanganwaktu #lulyartphilosophy


Comments

Popular posts from this blog

Kamus Indonesia-Jawa ngoko Krama madya Krama inggil Bag 1