Showing posts with label Filosofi. Show all posts
Showing posts with label Filosofi. Show all posts

Sunday, July 12, 2026

Di persimpangan waktu Lirik-Lulyart

 


[INTRO HOOK | Cold Open | 0:00]

[Instrument: Warm Piano • Deep Cello • Soft Kick • Ambient Pad • Fingerstyle Guitar • Female Ethereal Vocal • Children's Choir • Reverse Cymbal • Wide Reverb]

[Lead Vocal]

Di persimpangan waktu...

 Bukan namaku yang tinggal...

 Melainkan kasih...

 Yang kutitipkan...

 Di hati dunia...

[Background Choir]

"Ooooh..."

 "Aaaah..."

 "Di persimpangan waktu..."


[VERSE 1]

[Instrument: Piano • Fingerstyle Guitar • Bass • Cello • Soft Percussion • Pad]

Setiap langkah yang pernah kuberi...

 Setiap luka yang berhasil kusembuhkan...

 Kasih Akan hidup lebih lama...

 Daripada tubuh yang kupinjam...


[PRE CHORUS]

[Instrument: Strings • French Horn • Snare Roll • Female Harmony]

Rumah akan menjadi debu...

 Harta akan kehilangan tuannya...

 Namun kebaikan tak mengenal kematian...

 Ia terus berjalan...

 Dari hati ke hati...


[CHORUS]

[Instrument: Full Drums • Orchestra • Choir • Strings • Brass • Ambient Guitar]

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Aku tak ingin dikenang...

 Karena megahnya namaku...

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Biarlah kasihku hidup...

 Dalam jiwa...

 Yang pernah kusentuh...

[Choir]

"Ooooo..."

 "Selamanya..."

Di persimpangan waktu...


[INSTRUMENTAL THEME]

[Instrument: Violin Melody • Piano • Choir Pad • Electric Guitar Delay • Timpani • Female Humming]

[(Tanpa lirik, melodi mengambil tema chorus.)]


[VERSE 2]

[Instrument: Rhodes Piano • Acoustic Guitar • Shaker • Bass • Cello]

Ada manusia yang hilang dari dunia...

 Namun tak pernah hilang dari kenangan...

 Karena ia meninggalkan cahaya...

 Di setiap hati yang disentuhnya...

Nama hanyalah pintu...

 Nilai adalah rumah...

 Dan cinta yang tulus...

 Tak pernah mengenal akhir...


[PRE CHORUS 2]

[Instrument: Strings • Tom Drum • Choir • Horn]

Kita bukan huruf di batu nisan...

 Bukan gema tepuk tangan manusia...

 Kita adalah makna...

 Yang terus tumbuh...

 Walau raga telah tiada...


[GRAND CHORUS]

[Instrument: metalcore progressive-fusion, Pentatonis-Gamelan Pelog, Suling, Reflektif  fusion Orchestra • Taiko • Cathedral Choir • Brass • Strings • Full Drum Kit • Children's Choir • Female High Harmony]

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Saat semua nama terlupakan...

 Semoga kasih tetap berbicara...

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Saat tubuh kembali menjadi tanah...

 Biarkan nilai tetap hidup...

 Menjadi cahaya...

 Bagi mereka...

 Yang masih melangkah...


[BRIDGE]

[Instrument: Pentatonis-Gamelan Pelog, Suling, Reflektif fusion- Piano • Ambient Pad • Female Solo • Children's Choir • Soft Strings]

Semesta tak bertanya...

 Siapa namamu...

Semesta hanya bertanya...

 Berapa banyak cinta...

 Yang kau tinggalkan...

[Children Choir]

"Kami mengingat kasihmu..."

[Female Whisper]

"Bukan namamu..."

Choir

"Nilaimu..."


[FINAL CHORUS | MODULASI +1]

[Instrument: Full Orchestra • Grand Piano • Taiko • Brass • Cathedral Choir • Children's Choir • Strings • Cymbal Swell]

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Aku hanyalah musafir...

 Yang menitipkan cinta...

 Pada setiap perjumpaan...

DI PERSIMPANGAN WAKTU...

 Jika kelak namaku lenyap...

 Jangan biarkan nilaiku ikut hilang...

Karena manusia...

 Tak hidup selama napasnya...

Tetapi selama...

 Kebaikannya...

 Masih hidup...

 Di dalam sesama...


[OUTRO]

[Instrument:  Pentatonis-Gamelan Pelog, Suling, Reflektif fusion-Solo Piano • Violin • Cello • Female Humming • Children's Choir • Wind Ambience]

[Choir (Fade Out)]

"Ooooo..."

 "Aaaaah..."

[Female Whisper]

"Kita bukan sekadar nama..."

"Kita adalah nilai..."

[(Piano memainkan satu nada terakhir, lalu menghilang bersama suara angin.)]


#lulyart #lulyartlirik #dipersimpanganwaktu #lulyartphilosophy


Thursday, January 8, 2026

FILOSOFI DAN ARTI WINGS B571TMP

 Lambang Brigade 571 Trisula Macan Putih

FILOSOFI DAN ARTI WINGS B571TMP

 

9 Sayap yang tertinggi di dunia dan 9 waliyullah yang membawa Islam di Indonesia , 7 perisai melambangkan

7 lapis langit dan 7 lapis bumi, 4 gigi bawah melambangkan 4 unsur alam, yaitu unsur Api unsur Air unsur Udara

Unsur Tanah , 2 mata adalah adanya siang dan malam yang berdampingan.

Macan putih yang bermata merah dan bersayap melambangkan kekuatan, kecepatan dan keberanian juga sayap yang berkemampuan untuk mendeteksi sedini mungkin.

BRIGADE 571 TRISULA MACAN PUTIH di bentuk oleh para petinggi Militer/TNI dan diambil dari nama dalam Sejarah yang memberantas sisa sisa Komunis PKI, dan sampai sekarang masih ada Batalyon Trisula di Blitar Selatan

BATALYON ini adalah pasukan yang ikut serta dalam penumpasan PKI pada tahun 1968 dan sampai saat ini Batalyon tersebut masih ada

BRIGADE 571 memiliki arti dari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tahun 571 masehi

TRISULA dalam Sejarah bangsa Indonesia di artikan  sebagai "Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa”

MACAN PUTIH itu sendiri di ambil karena Kantor Pusat berada di daerah jawa barat dan juga memiliki arti filosofis  dari simbol keberanian, kesetiaan, dan kewibawaan.

Maka organisasi ini digabungkan dan di bentuk dengan nama BRIGADE 571 TRISULA MACAN PUTIH

Di sah kan serta terdaftar di KEMENHUKHAM Surat No. 0066014.AHA.01.07.2018, juga sudah terbentuk dan berkembang di 34 provinsi.

Organisasi BRIGADE 571 TRISULA MACAN PUTIH ini dibentuk bertujuan untuk Gerakan bela Negara untuk warga yang cinta dengan Tanah air nya, karena tiap tiap Warga   Negara berhak dan wajib untuk membela Negara nya.

 

Dewan Pengurus Nasional Brigade 571 Trisula Macan Putih

Ketua Dewan Penasehat : Raja Nurseno SP utomo

Ketua Umum                   : Muslim Salim Cakra

Sekretaris Jenderal         : Luly Hermawan S.E




#brigade571tmp #trisulamacanputih #brigade571trisulamacanputih #sekjendb571tmp #b571tmpdpn


Wednesday, August 21, 2019

Spiritual development zaman now Part 1

#spiritualindonesia,#spiritualdevelopment,#worldessense,#kekayaannusantara,#intisarispiritual

Zaman telah berkembang sedemikian rupa,manusia beradaptasi hingga pencapaian nya saat ini,dari berbagai tekhnologi dan ilmu pengetahuan (IQ) berkembang dengan pesat nya,namun bagaimana dengan perkembangan spiritual nya,perkembangan EQ,ESQ .

Friday, July 7, 2017

The Right Man Behind The Gun

The Right Man Behind The Gun
baru bisa nulis disini lagi nih pembaca budiman,karena itu sekarang kangen kangen nan hehe ... keluar topik dech..."The Right Man Behind The Gun".

The Right Man Behind The Gun : adalah sebuah ungkapan istilah yg mempunyai makna yg sangat dalam dan begitu Bijak nya....karena sebaik baik nya pistol kalo tidak di gunakan oleh orang yang tepat itu berbahaya.
tapi makna ini bisa lebih luas lagi bukan hanya sekedar orang dan sebuah senjata milik nya ...

Dalam hal apa pun dalam HIDUP ini kita jangan terlalu mengandalkan Alat....Akan tetapi juga sumber daya manusia nya yaitu Diri kita sendiri yg harus lebih maksimal (Potensi Diri) bakat terpendam yg masih banyak yg belum tergali ..... dan apa pun itu sehebat apapun senjata dan orang yang menggunakan nya,tetap saja harus digunakan dengan tepat sasaran,yaitu harus bermanfaat,,,dan tidak digunakan yg tidak bermanfaat.

oke sob semoga ulasan singkat ini bisa mengobati rasa rindu menulis ku hehehe      ....... peace ....
salam bloger sukses slalu

Wednesday, April 8, 2015

Akik Combong - Sarana Pengasihan Ampuh


Akik Combong - Sarana Pengasihan Ampuh


Top of Form
Bottom of Form
Akik Combong adalah batu dianggap memiliki muatan gaib yang membawa batu Akik ini memiliki kekuatan supranatural tingkat tinggi. Pada umumnya, Akik Combong memiliki ciri-ciri fisik yang khas dan berbeda dari batu akik lainnya, yakni dengan memiliki lubang di bagian tengah tembus sampai ke permukaan bawah batu akik nya. Dan menurut cerita mistis yang beredar semua batu yang berlubang di tengahnya menyimpan tuah dan khasiat tersendiri, terutama untuk sarana ilmu pengasihan.
Sampai saat ini, banyak masyarakat umum yang mencari Akik Combong karena tuah dan khasiatnya. Walaupun umumnya batu Akik ini cukup mudah dijumpai di pasaran, tetapi untuk mencari dan mendapatkan yang benar-benar asli bertuah dan berkhasiat tidaklah gampang. Sebab untuk mendapatkan Akik Combong yang benar-benar asli berkhasiat harus melalui serangkaian pengujian ritual khusus yang bersifat supranatural atau batiniyyah.

JENIS JENIS BATU DAN KHASIAT NYA


JENIS JENIS BATU DAN KHASIAT NYA

Agate
Akik dapat membantu untuk hal-hal yang berhubungan dengan kepribadian secara fisik dan emosional. Legenda mengatakan bahwa pemakai Akik akan dilindungi dari bahaya dan memberkahi pemakainya dengan keberanian. Akik dipercayai dapat menyembuhkan penyakit Insomnia (kesulitan untuk tidur yang parah), memberikan mimpi indah dan memberi kontribusi bagi keseimbangan tubuh. Jenis-jenis akik dengan kemampuannya :
Akik Lumut : dapat meningkatkan hubungan dengan alam sekitar. Lumut Hijau membantu menghilangkan racun dalam darah dan menyeimbangkan energi emosional. Lumut Merah membantu membersihkan darah serta menambah stamina fisik.
Akik pohon : menolong didalam melakukan introspeksi diri dengan lebih jelas, melihat dunia melalui sudut pandang yang lebih luas dan menurunkan demam serta kadar racun
Akik Garis/Pita : membantu dalam menarik kekuatan, mengatasi rasa tidak mempunyai cukup kekuatan atau keberanian
Akik Renda/Jalinan : mengatasi keputus-asaan dan depresi, menimbulkan kegembiraan serta relaksasi dari tegangan otot serta kejang. Akik renda biru membantu menyeimbangkan cairan tubuh dan memberi ketenangan emosi.
Akik menyerupai bulu burung : menguatkan pembuluh darah dan mengatasi rasa takut tanpa sebab yang jelas. Berguna untuk mengurangi rasa takut dalam berburu atau menemukan arah
Akik bintik-bintik : perlindungan ekstra terhadap pelawat/pengembara, salah satu batu para petualang
Akik Mata : melindungi dari kerusakan pada tubuh dan menghilangkan pikiran negatif
Akik Dendrite : menyeimbangkan kadar gula darah. Merupakan batu para petualang untuk memberikan keamanan dan kekuatan

Thursday, December 12, 2013

Kecapi Suling, Identitas Seni Budaya Sunda



Kecapi Suling, Identitas Seni Budaya Sunda

Kecapi memang telah familiar bagi masyarakat Indonesia. Alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik ini memang menghasilkan alunan nada yang harmoni dan indah. Namun tidak banyak yang mengetahui tentang Kecapi atau Kacapi Suling khas daerah Cianjur meskipun seni musik ini merupakan perangkat waditra sunda yang terdapat hampir di setiap daerah di tanah Sunda.
Kecapi Suling pada dasarnya terdiri dari kecapi indung atau yang lebih dikenal dengan kecapi parahu karena bentuknya yang mirip sebuah perahu. Kecapi suling biasanya disajikan secara instrumental, namun terkadang juga digunakan untuk mengiringi juru sekar dalam melantunkan lagu secara rampak sekar. Lagu-lagu yang disajikan biasanya sinom degung, kaleon, talutur dengan laras salendro, pelog atau sorog.
Layaknya kecapi pada umumnya, kecapi suling juga terbuat dari kayu dan kawat tembaga. Alat musik tradisional ini terdiri dari beberapa bagian seperti Papalayu (bagian atas), Pureut di bagian depat (bagian untuk mengatur nada atau menyetem), serta inang  yang berbentuk kerucut dan ditempatkan pada papalayu. 

Friday, October 11, 2013

MANTRA SUNDA bag-1



1.1 Kasang Tukang Masalah
Tiap-tiap sélér bangsa tinangtu pada-pada mibanda ajén budaya. Ajén budaya hiji sélér bangsa bakal kagambar tina sakabéh perkara anu aya patalina jeung kahirupan manusana. Budaya mibanda harti:
“kelompok adat kebiasaan , pikiran, kepercayaan, dan nilai yang turun-temurun dipakai oleh masyarakat pada waktu tertentu untuk menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap segala situasi yang sewaktu-waktu timbul, baik dalam kehidupan idividu maupun dalam kehidupan masyarakat sebagai keseluruhan” (Baried, 1983: 85-86).
Sakumaha anu kaunggel di luhur yén kabudayaan téh nya éta rupaning hal anu aya patalina jeung kahirupan. Dina raraga mikanyaho kabudayaan hiji sélér bangsa tinangtu perlu mikaweruh unsur-unsur budaya nu umum atawa universal. Nurutkeun Koentjaraningrat (1974,12) aya tujuh unsur budaya anu miboga sipat universal, nya éta 1) sistem réligi jeung upacara kaagamaan, 2) sistem organisasi kamasarakatan, 3) sistem pengetahuan, 4) basa, lisan jeung tinulis, 5) kesenian, 6) sistem pakasaban, jeung, 7) sistem téknologi jeung pakakas.
Kamekaran budaya Sunda dina kahirupan henteu leupas tina rupaning faktor anu mangaruhanana, salah sahijina nya éta minat jeung kahayang masarakat kana karya sastra. Ieu hal téh patali jeung kalungguhan sastra salaku karya seni. Karya seni mangrupa kréativitas manusa pikeun méré kasenangan jeung kani’matan éstétis. Dina ambahan nu leuwih lega, kalungguhan karya sastra téh nya éta salaku sarana pikeun nyumponan kapentingan, pikiran, jeung rasa manusa boh pikeun pribadi boh pikeun lingkunganana.
Karya sastra mangrupa salah sahiji wujud tina kabudayaan anu gumelar dina kahirupan manusa. Di Indonesia, hususna di masarakat Sunda karya sastra gelar dina rupa-rupa wanda. Ieu hal téh nuduhkeun kajembaran hasanah budaya Sunda. Ayana rupa-rupa wanda karya sastra lantaran masarakat Sunda anu rancagé, anu ngabalukarkeun di masarakat Sunda leubeut ku hasil karyana. 

Sunday, October 6, 2013

Makna Filosofis Dalam “Iket” Sunda



Makna Filosofis Dalam “Iket” Sunda
archive69|Minggu, 24 Maret 2013|15 komentar
7
facebook
twitter
google+

TIRTA GUNTARA
Generasi muda saat ini banyak yang gandrung dengan pemakaian “iket“. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam membentuk “iket”, tetapi tetap memiliki acuan terhadap satu garis penciptaan karya “buhun” (kuno)







"…saceundeung kaen" (Bujangga Manik, isi naskah baris 36)

PENGGALAN kalimat tertulis di atas terdapat dalam naskah kuno Bujangga Manik yang menceritakan perjalanan Prabu Jaya Pakuan, seorang Raja Pakuan Pajajaran yang memilih hidupnya sebagai resi. Naskah diperkirakan ditulis sekitar abad ke-14. Isi naskah terdiri atas 29 lembar daun nipah yang masing-masing berisi 56 baris kalimat, terdiri atas 8 suku kata.

Kalimat “…saceundeung kaen” mengandung arti selembar kain yang sering digunakan sebagai penutup kepala. Di tatar Sunda disebut totopong, iket, ataupun udeng. Pemakaian iket berkaitan dengan kegiatan sehari-hari ataupun ketika ada perhelaan resmi seperti upacara adat dan musyawarah adat. Untuk beberapa waktu, umumnya kain penutup kepala hanya disebut totopong, iket, atau udengtotopong, iket, atau udeng. Tidak ada bukti tertulis mengenai sumber sejarah tentang penamaan iket atau yang sekarang disebut rupa iket. Akan tetapi, dalam perkembangan zaman, penamaan untuk rupa iket menjadi bagian dari kebudayaan yang mengandung nilai dan makna tersendiri.

Friday, October 4, 2013

Sang Saka Mustika Cahaya Pusaka


Sang Saka Mustika Cahaya Pusaka Manunggal Lima

Milampah darma ngawurkeun rahayu kinasihan, dina lampah kasajatian nu ngagusti, nganyawa
sareng musaka ka sakumna papada kaula anak bangsa tur papada kaula jalma pangeusi alam buana
Kasajatian Deugdeug Jaya weuteuh ( Deugdeug Jaya Batuwangi Galuh Pakuwon Silihwangi Pajajaran )
Pikeun nangtungkeun amparan tangtungan jatidiri sareng ngamparkeun amparan wangunan
kasajatianana, sangkan ngadeg para calon satria nagri / satria buana sareng satria cahaya dina
adegan nu sajati wangunan nu jaya.
Kasajatian Batuwangi
Pikeun nangtungkeun tangtungan jatidiri nu geus pada runtuh ngabangké kahuripan, dina
tangtungan batu satangtung kasajatian wawangi sajati wangi arum ( Satria wangi ),
sangkan tepung jeung kasajatian cager, bageur, bener, pinter jeung singer.
Kasajatian Silihwangi
Pikeun ngadegkeun wangunan kasajatian asah, asih sareng asuh jeung papada kaula diri,
papada kaula hamba, papada kaula kaum, papada kaula jalma umat manusa, papada kaula makhluk
alam jagat raya, pikeun nutuh jaman sato ngarompag jaman édan muru arédan, nu geus ngamparkeun
bangké kahirupan nyebarkeun babau kahuripan.

Panggeuing Éling Waspada Tingal Permana


Panggeuing Éling Waspada Tingal Permana :

Iblis, nyaéta cahaya beureum kasajatian seuneu nu nganyawa nitis di alam ma’rifat tangtungan
jatidiri nyawa adam nu ngabuahkeun kakuatan nafsu, jadi amparan lampah upaya dina kabéngkokan
dina wangunan kahirupan nyawa adam.

Sétan, nyaéta kasajatian nafsu nu nyukma di alam hakékat lahir sareng hakékat batin tangtungan
jatidiri akma sareng sukma adam, ngabuah kadoliman, jadi amparan lampah upaya karuksakan dina
wangunan kahirupan akma – sukma adam.

Dajal, nyaéta kasajatian karuksakan nu ngusumah ( ngawaruga ) di alam syaré’at batin tangtungan
jatidiri jiwa adam salaku jalma/manusa makhluk bumi ( golongan sato/ homo sapiéns nu jadi
tutunggangan adam) khalifah bumi ( Ki Angon ) ngabuah karongkahan nu jadi amparan lampah
kanistaan dina wangunan kahirupan jiwana.

Wednesday, May 8, 2013

FUNGSI WIRID DAN HIZIB DALAM SASTRA LISAN PESANTREN bag1


FUNGSI WIRID DAN HIZIB DALAM SASTRA LISAN PESANTREN
(Studi Kasus Wirid Asma’ul Husna dan Hizb Lathif
di Brangsong Kendal)

Muhammad Abdullah



      1. Latar Belakang
        Dalam khazanah tradisi pesantren dikenal apa yang disebut sebagai sastra pesantren. Yakni sastra yang lahir dan berkembang di dalam komunitas pesantren. Ciri-ciri sastra pesantren tersebut adalah (1) lahir dan berkembang setelah sekitar abad ke-19, (2) bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa, bahasa Arab, kadang bercampur bahasa Arab dan Jawa ; (3) tulisan yang dipakai adalah tulisan Arab-Jawa (pegon) dan tulisan Arab; (4) lahir dan berkembang di kawasan pondok pesantren; dan (5) isinya berkisar masalah tauhid, fiqih, ilmu kalam, dan doa-doa (Basuki, 1988; Abdullah 1996; Thohir, 1997). 
           Dalam perkembangannya, sastra pesantren terbagi ke dalam tradisi tulis dan tradisi lisan. Di antara tradisi lisan pesantren itu meliputi naskah-naskah tentang (1) puji-pujian, (2) hagiografi orang-orang suci, (3) Al-Barzanji, (4) wirid, (5) hizb, dan (6) wifiq. Puji-pujian biasanya dibuat berdasarkan sumber tertentu, misalnya Al-Quran, Al-Burdah, atau Syaraful Anam. Hagiografi orang suci adalah cerita orang-orang suci dalam sejarah Islam atau orang-orang suci dari kalangan Sufi, misalnya cerita Sufi Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, yang terkenal dengan sebutan Manakib Syeikh Abdul Qadir Jailani, cerita tentang Syeikh Abu Hasan Asy-Syazali, atau Quaysy Al-Qarni. Dalam tradisi Jawa dikenal teks Wawacan Seh. Barzanji adalah teks tertulis yang biasa dilisankan bersama dalam bulan Rabiaul Awwal, untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa macam teks Al-Barzanji dalam sastra pesantren. Di antaranya adalah Kitab Ad-Daiba’i, Syaraful Anam dan Barzanji Nashar.
Salah satu bentuk sastra pesantren yang banyak dikembangkan dalam tradisi persantren adalah tradisi lisannya yang masih banyak dipraktekkan oleh para santri. Pada kenyataannya memang karya sastra lisan lebih besar daripada sastra tulis, terutama pada masyarakat tradisional seperti pesantren (lihat Hutomo, 1991: 3).
           Meskipun dalam banyak kasus, sastra lisan sudah banyak diteliti di antara karya sastra daerah lainnya (lihat Rusyana, 1996 :1), namun tampaknya hal itu tidak berlaku bagi sastra lisan pesantren. Genre sastra lisan pesantren selama ini justru belum banyak diteliti orang. Di antara karya sastra lisan yang jarang diteliti itu adalah tradisi lisan berupa pembacaan Wirid dan Hizib.

Monday, April 1, 2013

pangHUDANG RASA



pangHUDANG RASA

Ti : Boedak Satepak (Catatan pesbuk)

mun keur lengoh

tepungan,,,

raksukan pangeusi raga

saWARGA dipilari,,,

intip guruhna kalbu,

rupa-rupa hojahna

pabeulit jeung pabaliut

kade salah nya milih

saha nu jumeneng saksi ?

saksi anu saestu

da lisan mah ngemban parentah ati

henteu pisan boga tekad.


Monday, September 17, 2012

KUMPULAN KATA BIJAK NUSANTARA PILIHAN (Best Quotes 2012)



-         Hiduplah bukan di masa lalu atau di masa depan,akan tetapi hiduplah Saat ini (Ak.lii)
-         Perahu besar susah untuk belok dan perahu kecil takut akan badai (Ak.lii)
-         Jalanan Yang bersih ada karena tempat sampah yang kotor,orang pintar adanya karena  ada orang bodoh (Ak.lii)
-         Hidup itu terkadang seperti anak panah,sekali dilepaskan harus mempunyai tujuan dan tepat mengenai sasaran,dan yang lebih penting ketahui apa yang akan kau bidik ,tentukanlah..
-         Leburkan egomu, leburkan keangkuhanmu, leburkan kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah jenuh, tidak akan pernah bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”..

Monday, September 3, 2012

Hasta Brata



Dalam budaya jawa sebenarnya sangat sarat dengan filsafat hidup (ular-ular). Ada yang disebut Hasta Brata yang merupakan teori kepemimpinan, berisi mengenai hal-hal yang disimbolisasikan dengan benda atau kondisi alam seperti Surya, Candra, Kartika, Angkasa, Maruta,Samudra,Dahana dan Bhumi.

1. Surya (Matahari) memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan. Pemimpin hendaknya mampu menumbuhkembangkan daya hidup rakyatnya untuk membangun bangsa dan negaranya.

2. Candra (Bulan) , yang memancarkan sinar ditengah kegelapan malam. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberi semangat kepada rakyatnya ditengah suasana suka ataupun duka.

3. Kartika (Bintang), memancarkan sinar kemilauan, berada ditempat tinggi hingga dapat dijadikan pedoman arah, sehingga seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan bagi untuk berbuat kebaikan

4. Angkasa (Langit), luas tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya.Prinsip seorang pemimpin hendaknya mempunyai ketulusan batin dan kemampuan mengendalikan diri dalam menampungpendapat rakyatnya yang bermacam-macam.

5. Maruta (Angin), selalu ada dimana-mana tanpa membedakan tempat serta selalu mengisi semua ruang yang kosong. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyat, tanpa membedakan derajat da martabatnya.

6. Samudra (Laut/air), betapapun luasnya, permukaannya selalu datar dan bersifat sejuk menyegarkan. Pemimpin hendaknya bersifat kasih sayang terhadap rakyatnya.

7. Dahana (Api), mempunyai kemampuan membakar semua yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berani menegakkan kebenaran secara tegas tanpa pandang bulu.

8. Bhumi (bumi/tanah), bersifat kuat dan murah hati. Selalu memberi hasil kepada yang merawatnya. Pemimpin hendaknya bermurah hati (melayani) pada rakyatnya untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya.

Tuesday, June 19, 2012

Tafsir Mimpi


Tafsir Mimpi

Saya mau sedikit berbagi sedikit tentang arti mimpi……. “Apa ya,arti mimpi kita kali ini??....”,mungkin kita sering bertanya-tanya akan arti sebuah mimpi…. Saya jadi teringat Kisah Nabi Sulaiman as yg juga pernah bermimpi….tapi saya disini tidak akan bercerita mengenainya….

Orang bilang mimpi adalah bunga tidur… ^_^
Alhamdulillah bagi tuhan Yang maha mengetahui dan yang maha kuasa atas segalanya.
Walaupun Tafsir ini tidak harus untuk dipercaya ,namun tak masalah utk sekedar mengetahui makna dibalik mimpi kita…..semoga bermanfaat,silahkan :

Friday, June 1, 2012

NAGARA RAGATAYA -WJU (Wawacan Jaka Ula Jaka uli)


WJU (Wawacan Jaka Ula Jaka uli)

Tersebutlah sebuah negara bernama Raga taya. Pemegang tahta kerajaan
bernama Raden Howasul Howas dengan permaisuri bernama Nyi Raden Sareat, Nyi Raden Tarikaton, Nyi Raden Hakekat, dan Nyi Raden Maripat. Patihnya bernama Raden Batara Suria Katon dan Raden Wulanyata. Kedua patih tersebut masih saudara raja.
Raja memiliki dua orang putra yang sangat tampan bernama Raden Jaka Ula dan Raden Jaka Uli….
….
Berikut sebagian daripada salahsatu naskah sastra sunda
………

Wednesday, April 25, 2012

Apa & Siapa?

Apa & Siapa ?

Tuhan?
Energi kosmik?
Alam semesta?

Banyak orang berdebat tentang apakah ada Tuhan?, atau apakah Tuhan itu?. Apakah Tuhan adalah sosok pribadi, yang “duduk dissebuah singgasana” mendengarkan dan memberikan permintaan kita?, ataukah Tuhan adalah semua energi yang ada di seluruh alam semesta?
Di KITAB-KITAB mengatakan Tuhan adalah INTI dari segala ROH/RUH. Ia juga mengatakan bahwa roh, yang diberikan oleh Tuhan, adalah apa yang memberikan manusia untuk kelangsungan HIDUP menuju pada keSEMPURNAan keHIDUPannya.
CAHAYA/pemahaman/ILMU/pengeTAHUan,,,, Dan akhirnya, ia mengatakan bahwa Tuhan adalah Cahaya Penting untuk memahami bahwa manusia kuno menggambarkan Tuhan dengan kosa kata kuno dan sekumpulan gagasan kuno, tetapi KITA BISA MEMBERI NAFAS YANG BARU PADA AYAT-AYAT DALAM KITAB-KITAB dengan BENAR-BENAR MEMAHAMI APA YANG DIKATAKAN.
Apakah itu cahaya?,,,

Wednesday, April 11, 2012

Strategi Perang Raja-raja Nusantara pada Abad Ke-8--15 Masehi


Oleh: Titi Surti Nastiti
Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional

1. Pendahuluan

Dari data prasasti masa Jawa Kuna diperoleh gambaran bahwa sejak berdirinya kerajaan Matarām Kuna, tahun 717 M. sampai dengan runtuhnya kerajaan Majapahit pada awal abad ke-16 Masehi, sering terjadi peperangan, baik peperangan yang terjadi antar kerajaan, peperangan antara kerajaan pusat dengan kerajaan vasal, maupun peperangan di dalam kerajaan itu sendiri. Adapun motivasi terjadinya peperangan dapat saja karena perebutan takhta, perluasan wilayah (ekspansi), maupun karena balas dendam.

Menurut pengertian populer, perang ialah suatu konflik antara beberapa kelompok politik yang terlibat dalam suatu permusuhan yang lama dan dalam skala besar, sedangkan menurut Carl von Clausewitz (1780-1831) perang ialah perkembangan social dan tindakan politik. Perang bukan hanya tindakan politik melainkan juga sebuah alat politik yang konkrit, suatu kelanjutan kebijaksanaan yang dilanjutkan ke yang lain (Lapian t.t.:1, 20). Dilihat dari beberapa teori tentang perang, dalam dua aliran pemikiran, yaitu teori yang menghubungkan perang dengan faktor biologis dan psikologis tertentu yang melekat pada manusia, dan teori yang menghubungkan perang dengan hubungan sosial dan pranata sosial tertentu.

Monday, April 9, 2012

Rumpaka surupan Pelog Jejemplangan (Tatalegongan/Jemplang Bangkong)


1.      Tatalegongan/Jemplang Bangkong

Bangkong dikongkorong kujang
ka cai kundang cameti, da kole
kole di buah hanggasa
ulah ngomong samemeh leumpang,
da hirup
hirup katungkul ku pati
paeh teu nyaho di mangsa

Di persimpangan waktu Lirik-Lulyart

  [INTRO HOOK | Cold Open | 0:00] [Instrument: Warm Piano • Deep Cello • Soft Kick • Ambient Pad • Fingerstyle Guitar • Female Ethereal Voca...