Jika ingat debus pasti identik pada daerah Banten…..
Kata debus sebenarnya adalah nama sebuah alat yang terbuat
dari besi sepanjang 40cm dengan ujung yang runcing. Pada pangkalnya diberi alas
(dudukan) terbuat dari kayu yang diperkuat dengan lilitan plat baja. Dalam
permainan besi itu ditusukkan kebagian-bagian tubuh, bahkan dipalu pada bagian
pangkalnya, agar bisa menembus kulit bagian tubuh yang ditusuk. Anehnya,
walaupun tubuhnya tertembus alat itu pemain tidak merasa sakit dan tidak mengalami
cedera. Jadi debus merupakan perubahan kata arti kata tembus.
Permainan debus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Serang,
tersebar di empat kecamatan yaitu Kecamatan Walantaka, Cikande, Ciruas dan
Cikeusal. Pada abad ke-17 Masehi ketika Kesultanan Banten dipimpin Sultan Ageng
Tirtayasa, debus digunakan sebagai metode latihan bagi para prajurit untuk
membela negara dalam peperangan. Karena permainan ini sudah begitu lama
berlangsung sehingga akan sulit jika ditanyakan siapa yang mula-mula
menciptakan permainan debus ini.
Permainan debus berlangsung dalam beberapa bagian yaitu :