Wednesday, December 14, 2011

Kidung Siliwangi

Kidung Siliwangi
Kidung Siliwangi

Bismillah ngawitan ngidung

Bari nyebat asma Alloh

Ka batara ka batari

Ka pohaci neda suci

Kadewata neda suka

Paralun anu kasuhun

Monday, December 12, 2011

Puisi Kahlil Gibran


Puisi Kahlil Gibran

Puisi Kahlil Gibran - Kumpulan puisi cinta puisi khalil gibran,Berikut puisi-puisi nya di bawah ini :

Musim Semi

Mari sayangku, marilah kita berjalan di tengah-tengah perbukitan

Karena salju masih menjadi air dan kehidupan masih terjaga dari tidurnya, menjelajahi perbukitan dan lembah-lembah.

Marilah kita ikuti jejak Musim Semi ke lading di kejauhan

Dan naik ke puncak bukit untuk mendapat ilham

Di atas dataran tinggi hijau yang sejuk.

Fajar Musim Semi telah membuka pakaiannya

Yang disimpan selama Musim Dingin

Lalu menempatkannya di atas pohon-pohon prem dan sirtus.

Dan mereka tampak seperti mempelai wanita dalam upacara adat Malam Kedre

Ranting-ranting pohon anggur saling berangkulan seperti kekasih

Dan aliran sungai kecil menari-nari di antara bebatuan

Mengulang nyanyian sukacita

Bunga-bunga tiba-tiba saja berkembang dari jantung alam

Sunday, December 11, 2011

KADAR DIRI (Kodrat Diri)

KADAR DIRI (Kodrat Diri)

Pengabdian sejati Berdasarkan FungsiNya

Setiap MAHLUK diberikan kelebihan dan kemampuan sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk dapat menempuh jalan kembali kepada Allah dengan pengABDIannya…

Para wali songgo di Jawa zaman dahulu memberi istilah ‘kodrat diri’ atau kadar diri, sesuai istilah dalam Qur’an. Ada juga yang menyebutnya dengan ‘jati diri’.

Masing-masing kita diciptakan-Nya dengan dirancang untuk memiliki sekian kombinasi ‘kadar’ keunggulan pada sisi tertentu dan kelemahan pada sisi lainnya, demi kesesuaian untuk melaksanakan sebuah tugas, demi melaksanakan sebuah misi…

Menemukan ‘misi hidup’ adalah menemukan qadr diri kita sendiri sebagaimana yang tersebut pada ayat di atas, sehingga kita memahami untuk (fungsi) apa kita diciptakan. Kita menemukan qudrah Allah yang ada dalam diri kita sendiri. Inilah maksudnya ‘mengenal diri’ dalam hadits “man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa rabbahu.”.

    “Siapa yang mengenal jiwa (nafs)-nya, akan mengenal Rabb-nya.”

RADJAH PANUTUP


 Amboing Rajah pamUnah,
 Aki ing Rajah pamUnah
 Sang Kala Wisesa
 Rat jagat wawayangan,
 Tes ngagenclang titisan kai amarah,
 Oray laki Barahma pulang Kidul,
 Oray Barahma metu datang ti Kulon
 Mugya pulang ka Kulon
 Oray Barahma ti Kaler pulang ka Kaler,
 Ti Wetan pulang ka Wetan,
 Sang Ratu ulang-aling ka luhur,
 Pamungkes Rajah pamunah.
 ………………………………..

 Dicatat tina
 Kasoestran Soenda II
 Bale Poestaka Djakarta 1949

Saturday, December 10, 2011

MARTABAT TUJUH DALAM SULUK SUJINAH DAN SERAT WIRID HIDAYAT JATI


MARTABAT TUJUH DALAM SULUK SUJINAH DAN SERAT WIRID HIDAYAT JATI
Sejarah  mencatat, pada akhir abad ke-8, muncul aliran Wahdatul Wujud, suatu  faham tentang segala wujud yang pada dasarnya bersumber satu. Allah  Ta’ala. Allah yang menjadikan sesuatu dan Dialah a’in dari segala  sesuatu. Wujud alam adalah a’in wujud Allah, Allah adalah hakikat alam.  Pada hakikatnya, tidak ada perbedaan antara wujud qadim dengan wujud  baru yang disebut dengan makhluk. Dengan kata lain, perbedaan yang kita  lihat hanya pada rupa atau ragam dari hakikat yang Esa. Sebab alam  beserta manusia merupakan aspek lahir dari suatu hakikat batin yang  tunggal. Tuhan Seru Sekalian Alam.
Faham  wahdatul wujud mencapai puncaknya pada akhir abad ke-12. Muhyidin Ibn  Arabi,seorang sufi kelahiran Murcia, kota kecil di Spanyol pada 17  Ramadhan 560 H atau 28 Juli 1165 M adalah salah seorang tokoh utamanya  pada zamannya. Dalam bukunya yang berjudul Fusus al-Hikam yang ditulis pada  627 H atau 1229 M tersurat dengan jelas uraian tentang faham Pantheisme  (seluruh kosmos adalah Tuhan), terjadinya alam semesta, dan  keinsankamilan. Di mana faham ini muncul dan berkembang berdasarkan  perenungan fakir filsafat dan zaud (perasaan) tasauf.
Faham ini kemudian berkembang ke luar jazirah Arab, terutama berkembang ke Tanah India yang dipelopori oleh Muhammad Ibn Fadillah, salah seorang tokoh sufi kelahitan Gujarat  (…-1629M). Di dalam karangannya, kitab Tuhfah, beliau mengajukan konsep  Martabat Tujuh sebagai sarana penelaahan tentang hubungan manusia  dengan Tuhannya. Menurut Muhammad Ibn Fadillah, Allah yang bersifat gaib  bisa dikenal sesudah bertajjali melalui tujuh martabat atau sebanyak  tujuh tingkatan, sehingga tercipta alam semesta dengan segala isinya.  Pengertian tajjali berarti kebenaran yang diperlihatkan Allah melalui  penyinaran atau penurunan — di mana konsep ini lahir dari suatu ajaran  dalam filsafat yang disebut monisme. Yaitu suatu faham yang memandang  bahwa alam semesta beserta manusia adalah aspek lahir dari satu hakikat  tunggal. Allah Ta’ala.

KANDA PAT SARI. SEBUAH PENGETAHUAN SUPRA YANG TERPENDAM DI BALI

KANDA PAT DAN GELOMBANG OTAK
Teknik berdasarkan Tantra ini banyak diterapkan di Masyarakat Hindu Dharma di Jawa dan Bali.
Tantra bukan untuk memperoleh ilmu-ilmu gaib, magis, kesaktian-kesaktian dan lain sebaginya. Tantra untuk memperoleh ketenangan, ketentraman, kedamaian. Untuk lebih jelasnya, tantra untuk mencapai tingkat Samadhi. Di Jawa dikenal dengan Sedulur Papat Pancer Lima, dan di Bali disebut KANDA PAT.
Kanda Pat merupakan salah satu cara peralihan mental Kundalini yang diterapkan di Jawa dan Bali. Kanda Pat adalah Empat Teman: Kanda = teman, Pat = empat, yaitu kekuatan-kekuatan Hyang Widhi yang selalu menyertai roh (Atman) manusia sejak embrio sampai meninggal dunia mencapai Nirwana. Menurut Kitab Suci Lontar Tutur Panus Karma, nama-nama Kanda Pat berubah-ubah menurut keadaan/ usia manusia:
1.Namanya selalu berubah sesuai dengan pertumbuhan manusia, karena pengaruh Panca Indria kepada Roh/ Atma juga berubah-ubah. Jadi nama yang berubah untuk memberi batasan pada masing-masing tingkat kekuatan pengaruh panca indria sejalan dengan pertumbuhan manusia. Panca Indria dapat menyebabkan keterikatan atman oleh karena itu atman perlu dilindungi. Yang bisa membantu manusia melindungi dirinya dari godaan panca indria adalah Kandapat.

Wednesday, November 23, 2011

HANAFI KECIL


HANAFI  KECIL

Kisah ini sungguh sangat menarik buat kita baca dan bisa ambil hikmah dari cerita ini agar kita dapat memperkuat iman kita kepada Allah Swt.

Imam Hanafi kecil bergegas datang kepada gurunya Syekh Habban, ingin menyampaikan dan menanyakan tentang tabir mimpinya semalam. Dilihatnya sang guru sedang termenung yang agaknya sedang menghadapi masalah yang cukup besar dan berat.

Tanpa menoleh kearah si murid, sang guru bertanya: “Ada perlu apa kau, hai anakku?”. “Saya ingin menceritakan mimpi saya tadi malam, wahai sang guru”, ujar Hanafi kecil. Sang guru memandang tajam kearah si murid, seraya berkata: “Terangkan apa mimpimu itu”. Si muridpun menceritakan mimpinya: “Dalam mimpi, saya melihat seekor babi hendak menumbangkan pohon besar, sambil mengorek-ngorek, membongkar tanah dan akar pohon itu. Tiba-tiba datang seekor ular kecil lalu mematuk dan melilit babi besar tersebut, akhirnya babi itupun mati”, lalu Syekh Habban menjelaskan makna mimpi itu: “Hai anakku! Inilah yang sedang kurenungkan saat ini. Aku menerima surat dari Raja, memerintahkan aku segera datang ke kota, karena di kota sekarang ditimpa bencana besar dengan datangnya seorang DAHRY (Atheis) yang anti Tuhan. Si Dahry telah menantang Para Ulama untuk berdebat dan mengadu hujjah, tentang ada atau tidak adanya Tuhan. Si Dahry berpendirian bahwa Tuhan itu tidak ada. Menurut surat Raja tersebut beberapa Ulama sudah kalah dalam menghadapi perdebatan itu. Maka Raja meminta supaya aku bersedia menghadapi si Dahry untuk melakukan perdebatan. Sehubungan dengan mimpimu itu artinya ialah bahwa pohon besar adalah aku sendiri, babi yang hendak merobohkan pohon adalah si Dahry, sedangkan ular kecil itu adalah engkau sendiri, hai anakku. Sekarang engkau kuperintahkan dating ke kota menghadap Raja atas namaku untuk melakukan perdebatan dengan si Dahry. Allah menyertaimu Hai anakku.”

Di persimpangan waktu Lirik-Lulyart

  [INTRO HOOK | Cold Open | 0:00] [Instrument: Warm Piano • Deep Cello • Soft Kick • Ambient Pad • Fingerstyle Guitar • Female Ethereal Voca...